, – Melalui Musyawarah wilayah (Muswil) ke 5, Muhammad Wahyuddin kembali dipercayakan untuk memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (), Provinsi Sulawesi tengah () priode 2020-2025.

Nama Wahyuddin terpilih dari delapan kader yang diajukan ke DPP, setelah melalui proses pemilihan yang dilakukan oleh seluruh kader se- pada tanggal 20 Desember. Dirinya juga secara resmi dilantik pada, minggu (27/12/2020) oleh Presiden , Ahmad Syaikhu berdasarkan SK nomor: 072.TW/SKEP/DPP-PKS/2020.

“Pelantikannya tadi sekitar jam 11.00 Wita, secara virtual serentak se-Indonesia” kata Sekretaris DPW PKS , Rusman Ramli.

Keberhasilan merebut 1 kursi di pada Pemilihan Umum Legislatif 2019, menjadi salah satu pertimbangan Wahyuddin dipilih kembali memimpin PKS Sulteng.

BACA JUGA  Duta Pariwisata Sulteng 2022 Minta Dukungan DPRD

Lanjut Rusman, Wahyuddin merupakan politisi yang sarat dengan pengalaman di partai dengan track record, pernah menjadi Calon Wakil Walikota pada Pilkada serentak 2020.

“Jadi, saya kira itu bisa menjadi satu pertimbangan untuk kembali memimpin PKS Sulawesi Tengah,” imbuh Rusman, yang juga Ketua .

Evaluasi kinerja turut dilakukan pada Muswil ke 5, karena pentingnya bagi sebuah partai politik melakukan reorganisasi kepengurusan. Sehingga kegiatan ini juga menjadi sarana merumuskan amanah wilayah yang berpedoman pada kerja 5 tahun kedepan.

Sebab tantangan besar bagi sebuah partai adalah menjaga soliditas internal, agar terus tumbuh dan berkembang di era awal society 5.0 sekaligus masa pandemi ini.

BACA JUGA  Hadirkan KPU dan Bawaslu, PKS Sulteng Gelar Konsolidasi Pemenangan 2024

Sehingga Rusman mengaku, PKS harus bisa menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial, melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang di dunia maya dan di ruang nyata (pertemuan fisik). Dengan harapan pengurus dan juga kader harus jeli merespon isu publik agar semakin peka dengan keadaan bangsa dan rakyat.

“Mohon doakan kami, PKS Sulteng agar bisa selalu amanah dan senantiasa melayani seluruh masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah.” Tandasnya. (Redaksi)