Madika, terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar (IPM) Sulawesi Tengah periode 2021-2023, melalui rapat formatur terpilih pada Musyawarah Wilayah (Musywil) XV IPM , yang digelar di Bolano, , Ahad 5 September 2021.

Pada Musywil tersebut, para peserta yang merupakan perwakilan Pimpinan Daerah (PD) dan Pimpinan Cabang IPM se-Sulteng, memilih 9 orang formatur yang selanjutnya memilih sebagai Ketua Umum dan Zainal Matoka sebagai Sekretaris Umum periode 2021-2023. Setelahnya, 9 formatur terpilih akan menyusun kepengurusan lengkap PW IPM Sulteng.

Kesembilan formatur terpilih masing-masing , Arriska Auliyah, Zainal, Fathia Suci Oktaviani, Ummu Amani Asnifah, Syamsul Bahri, Andi Raflin, Syafaat Muqaddim, dan Desri Utari

BACA JUGA  Sepanjang 2023, 1.419 Perlindungan Kekayaan Intelektual Berhasil Tercatat di Kanwil Kemenkumham Sulteng

Dalam pidato pertamanya setelah terpilih sebagai Ketua Umum, Ahmad Mujaddid menegaskan akan mengusung semangat berkolaborasi dalam program-program kerja IPM Sulteng ke depan.

“Semangat berkolaborasi ini akan diperkuat, baik di internal maupun eksternal. Insyaallah, dengan saling berkolaborasi apa yang kita cita-citakan yakni kemajuan IPM dalam mengemban dakwah di kalangan pelajar dan anak muda, dapat tercapai dengan maksimal,” tutur

Pelaksanaan Musywil XV IPM Sulteng dibuka pada Sabtu 4 September 2021, dengan agenda di antaranya evaluasi terhadap periode kepemimpinan PW IPM Sulteng periode 2018-2020, lalu memilih formatur yang akan menyusun kepengurusan PW IPM Sulteng periode selanjutnya, yakni 2021-2023.

Wakil Sekretaris PW Sulteng, Dr. Mustamin Idris dalam amanatnya pada pembukaan Musywil XV IPM Sulteng menegaskan, semangat kebersamaan dalam sebuah organisasi harus terus dijaga dengan baik. Karena menurutnya, dengan kerja sama yang baik, maka akan dapat menghasilkan produk karya atau gagasan yang produktif.

BACA JUGA  Puluhan Mahasiswa Unismuh Turut Serta Jadi Relawan Warga Isoman

“Bentuk tim kerja sama yang kompak, sehingga bisa menghasilkan program atau gagasan yang produktif, dan bisa memberikan warna di tengah masyarakat,” ujar Mustamin Idris.

Ia juga mengingatkan, semangat pengembangan organisasi ke depan harus dilandasi dengan iman dan amal saleh. Utamanya bagi IPM sebagai ortom Muhammadiyah, yang memiliki tujuan utama amar makruf nahi munkar.

Mustamin Idris juga mendoakan, agar IPM sebagai pelopor, pelangsung dan penyempurna amanah serta amal usaha Muhammadiyah, dapat menjadi organisasi tempat pembentukan karakter pribadi pelajar yang mulia di Muhammadiyah, serta terus berkiprah dan mewarnai langkah-langkah dakwah Muhammadiyah, khususnya di Provinsi Sulteng.(*)