Madika, Morowali – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan tenaga kesehatan (nakes) merupakan ujung tombak keberhasilan Program BERANI Sehat dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah diakses dan berkualitas bagi masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan saat bersilaturahmi dengan insan kesehatan se-Kabupaten Morowali di Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7/2026). Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di Kabupaten Morowali.

“Tenaga kesehatan ini mereka solid, rasional, kompak. Profesi kesehatan ini luar biasa. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tenaga kesehatan se-Kabupaten Morowali yang menjadi ujung tombak dalam menyukseskan Program BERANI Sehat,” ujarnya.

BACA JUGA  Audiensi di Kementerian Investasi, Wagub Sulteng Perjuangkan PAD dari Hilirisasi Nikel

Reny menjelaskan, sejak diluncurkan pada 24 April 2025, Program BERANI Sehat telah dimanfaatkan sekitar 185 ribu masyarakat Sulawesi Tengah hanya dengan menggunakan KTP Sulawesi Tengah.

“Pembiayaan BERANI Sehat cukup menggunakan KTP Sulawesi Tengah, masyarakat langsung dilayani. Dalam skema provinsi terdapat dua mekanisme, yaitu JKN dan non-JKN. Sementara rujukan pelayanan kesehatan dari puskesmas ke rumah sakit dibiayai melalui BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Morowali dalam memperkuat layanan kesehatan dasar. Menurutnya, seluruh puskesmas yang dikunjunginya telah memiliki dokter sehingga layak menjadi contoh bagi kabupaten lain di Sulawesi Tengah.

BACA JUGA  Disambut Meriah di Palu, Gubernur Anwar Hafid dan Wagub Reny Langsung Jalankan Tugas Perdana

“Kabupaten Morowali ini saya jadikan contoh untuk kabupaten-kabupaten lain. Luar biasa, seluruh puskesmas yang saya kunjungi semuanya memiliki dokter. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Reny turut mengajak masyarakat memanfaatkan layanan BERANI Samporoa melalui nomor 0811-666-2222 untuk menyampaikan keluhan maupun kendala terkait pelayanan kesehatan.

Menurutnya, layanan tersebut menjadi salah satu saluran bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Kegiatan silaturahmi tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali Nirmawati, Direktur RSUD Morowali, Direktur RSUD Salabangka Paku, para kepala puskesmas, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Morowali, serta para ketua organisasi profesi kesehatan se-Kabupaten Morowali.

BACA JUGA  Posko Sahur Gratis di Palu, Inisiatif Positif Himpunan Pemuda Alkhairaat