Penerbangan Perdana Guangzhou–Palu Terisi 176 Penumpang
Sebelum rute tersebut dibuka, masyarakat Sulawesi Tengah yang hendak bepergian ke Guangzhou harus melakukan transit di Jakarta dan tidak jarang harus menginap.
Dengan adanya penerbangan langsung, perjalanan menjadi lebih efisien sekaligus diharapkan dapat meningkatkan daya saing Sulawesi Tengah.
“Dulu kalau mau ke Guangzhou harus ke Jakarta dulu, bahkan harus menginap. Sekarang kita bisa langsung dari Palu. Ini luar biasa,” tuturnya.
Penerbangan Perdana Terisi 176 Penumpang
Antusiasme masyarakat terhadap pembukaan rute baru tersebut terlihat dari tingkat keterisian penumpang pada penerbangan perdana.
Dari kapasitas sekitar 200 kursi, tercatat sebanyak 176 kursi terisi.
Wagub Reny berharap tingginya minat masyarakat dapat dipertahankan melalui promosi yang dilakukan secara masif dan kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, konsistensi tingkat keterisian penumpang menjadi salah satu faktor penting agar rute Palu–Guangzhou dapat terus dipertahankan dan frekuensinya ditingkatkan.
Pemprov Sulawesi Tengah memproyeksikan frekuensi penerbangan tersebut bertambah menjadi dua kali dalam sepekan mulai September mendatang.