Madika, Palu – Sejumlah warga mengeluhkan data penerima bantuan yang dianggap sering tidak tepat sasaran, saat menghadiri reses anggota DPRD Kota Palu, H. Nasir Dg Gani, Kamis (5/11/2026).

Warga mengaku, orang telah meninggal dunia di beberapa wilayah masih terdata untuk mendapat bantuan dari kelurahan.

Kondisi tersebut menurut mereka kerap terjadi, sehingga warga mempertanyakan validasi data yang dilakukan oleh dinas hingga kelurahan.

“Terkait data penerima bantuan, kalau boleh tahu itu bagaimana mekanismenya. Karena di tempat saya ada beberapa kejadian, orangnya sudah meninggal tapi masih terdata mendapat bantuan,” kata salah seorang warga.

Menyahuti hal tersebut, Nasir mengaku hal itu biasanya disebabkan oleh keluarga ataupun saudara mereka yang tidak mengurus akata kematian.

BACA JUGA  Pemkab Sigi Akhirinya Miliki Perda Percepatan Penurunan Stunting dan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Menurutnya, selama tidak dibuat akta kematian secara sah, maka data warga penerima bantuan akan tetap tercatat.

“Kalau bantuan dari pemerintah pusat acuannya adalah data. Jadi kalau ada orang yang meninggal tapi masih menerima bantuan biasanya karena keluarganya tidak mengurus akta kematian. Kalau akta kematian sudah dibuat, pasti sudah hilang itu,” tegasnya.

Dalam pertemuan itu, Nasir juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan reses sebagai forum untuk menyampaikan pendapat, masukan hingga hal-hal menyangkut pelayanan publik hingga kebutuhan mendasar yang nantinya akan disampaikan dan diperjuangkan di DPRD.

“Kalau memang ada hal yang segan atau takut disampaikan langsung, nanti bisa disampaikan melalui kuisioner yang sudah di sediakan sekretariat DPRD,” pungkasnya.

BACA JUGA  Kota Palu Belum Capai Target Nasional Penggunaan KTP Digital

Pada pelaksanaan reses, Nasir turut didampingi perwakilan Dinas Sosial, Dinas UMKM serta pendamping dari Sekretariat DPRD, Donil, Dasril dan koordinator reses, A Agustiartie, Degrita.