, Palu- Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi , Sumarno, mengungkapkan arus mudik tahun ini tanpa penyekatan.

Sumarno mengatakan pihaknya hanya mendirikan posko pemantauan untuk mendata pergerakan kendaraan dan angkutan barang. Posko pemantuan akan didirikan mulai H-7 hingga H+7 Hari Raya Idulfitri 1443 H / 2022 M.

“Jadi satu minggu sebelum dan satu minggu sesudah lebaran, sekitar 15 hari (posko pemantauan),” ujar Sumarno.

Dia mengimbau meski tidak ada penyekatan, pemudik harus tetap mematuhi dan menerapkan protokol pencegahan . Selain itu, melengkapi dokumen-dokumen perjalanan dan surat-surat kendaraan.

“Nanti petugas kami tiap-tiap ada posko untuk memantau pergerakan orang,” ucapnya.

BACA JUGA  Tiga Pemda Dan Sepuluh Pelaku Usaha Raih Paritrana Award Tingkat Provinsi Sulteng

Dipastikan, lebaran kali ini Pemerintah kembali meniadakan program mudik gratis. Sebab saat pengusulan anggaran pada 2021, Dishub tidak memiliki gambaran terkait perkembangan Covid-19. Olehnya anggaran untuk mudik gratis telah dialihkan untuk penanggulangan Covid-19.

“Anggarannya tidak ada, sudah dialihkan untuk penanganan Covid-19, jadi tidak ada mudik gratis,” tutur Sumarno.

Namun program mudik gratis dan Tahun Baru akan diupayakan melalui APBD perubahan akhir tahun ini. Menurut Sumarno, mudik gratis sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Kemungkinan untuk dan Tahun Brau kita akan masukkan di anggaran perubahan,” tandasnya.

Diketahui, Pemerintah Provinsi melalui Dishub meniadakan mudik gratis dalam rangka Hari Raya dan Tahun Baru (Nataru) tahun lalu. Saat itu, Sumarno menerangkan meski PPKM level 3 batal berlaku, mudik gratis tetap ditiadakan.

BACA JUGA  Polda Sulteng Siapkan 3.030 Personel untuk Operasi Ketupat Tinombala 2024

“Sudah terlanjur batal, sudah tidak bisa ditarik, tetap ditiadakan (mudik gratis),” terangnya kepada Metrosulawesi, Kamis 9 Desember 2021. (*)