Madika, Palu – Pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja positif pada pekan ketiga Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 4,24 persen hingga ditutup di level 6.175 pada perdagangan Jumat (17/7/2026), didorong sentimen positif pasar global dan derasnya arus masuk modal asing.

Seiring penguatan indeks, kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat menjadi Rp10.450 triliun, atau bertambah sekitar Rp420 triliun dibandingkan pekan sebelumnya.

BEI juga mencatat arus dana asing (net buy) sebesar Rp3,2 triliun, yang menjadi salah satu faktor utama penguatan pasar. Kenaikan tersebut merupakan penguatan mingguan terbesar IHSG dalam tiga bulan terakhir.

Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi, menilai penguatan indeks mencerminkan optimisme investor terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Penguatan IHSG pekan ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid, meskipun ada ketidakpastian global,” ujarnya.

BACA JUGA  OJK Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Hewan Kurban Online

Antam Tebar Dividen Rp5,05 Triliun


Di tengah penguatan pasar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp5,05 triliun kepada para pemegang saham.

Nilai tersebut setara dengan Rp211 per saham atau sekitar 70 persen dari laba bersih perseroan tahun buku 2025.

Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk, Niko Kanter, mengatakan pembagian dividen tersebut merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada para pemegang saham.

“Pembagian dividen sebesar Rp5,05 triliun ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada pemegang saham atas dukungan terhadap kinerja perusahaan. Kami optimis sektor emas dan nikel akan terus menjadi motor pertumbuhan,” katanya.

BACA JUGA  Pemprov Sulteng Salurkan Ratusan Paket Pangan ke Keluarga Berisiko Stunting

Besarnya nilai dividen diperkirakan akan meningkatkan daya tarik saham ANTM sekaligus memperkuat minat investor terhadap sektor pertambangan, khususnya komoditas emas dan nikel.

Harga Emas Antam Ikut Menguat

Di pasar komoditas, harga emas batangan Antam kembali mengalami kenaikan setelah sempat berfluktuasi dalam beberapa waktu terakhir.

Per 18 Juli 2026, harga emas Antam ukuran 1 gram tercatat Rp1.325.000, naik Rp15.000 dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut mengikuti tren emas dunia yang diperdagangkan di kisaran USD2.420 per troy ounce, didorong pelemahan dolar Amerika Serikat serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Ekonom Senior Aviliani menilai kondisi global mendorong investor beralih ke instrumen investasi yang dinilai lebih aman.

BACA JUGA  OJK Ajak Masyarakat Sulteng Manfaatkan Aplikasi Perlindungan Konsumen

“Harga emas Antam yang kembali naik mencerminkan tren global. Investor cenderung mencari aset aman di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi nilai tukar,” ujarnya.

OJK Jaga Stabilitas Pasar

Di tengah dinamika pasar yang positif, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya menjaga stabilitas pasar modal dan melindungi investor dari praktik manipulasi harga.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas perdagangan saham guna memastikan transparansi serta terciptanya pasar yang sehat dan berkeadilan.

Penguatan IHSG, tingginya arus modal asing, pembagian dividen jumbo oleh Antam, serta kenaikan harga emas dinilai menjadi sinyal positif bagi iklim investasi di Indonesia pada paruh kedua 2026.