Zoox Tarik 105 Robotaxi Setelah Gagal Deteksi Asap Tebal di Jalur Kebakaran
Madika, Palu – Zoox, perusahaan robotaxi milik Amazon, mengumumkan penarikan (recall) terhadap 105 unit kendaraan otonomnya di Amerika Serikat setelah insiden yang terjadi pada 20 Juni 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk memperbarui perangkat lunak agar sistem kendaraan lebih mampu mendeteksi dan merespons asap tebal dalam situasi darurat.
Keputusan itu diumumkan pada 17 Juli 2026, menyusul hasil evaluasi internal perusahaan terhadap insiden yang melibatkan salah satu armada robotaxi.
Dalam kejadian tersebut, sebuah robotaxi Zoox memasuki area yang dipenuhi asap tebal di sekitar jalur kebakaran. Kendaraan kemudian melakukan pengereman mendadak, mencoba berbelok, namun akhirnya berhenti di tengah jalur lalu lintas.
Kendaraan baru dapat dipindahkan setelah teknisi teleguidance memberikan arahan dari jarak jauh. Setelah itu, petugas darurat memasang pembatas lalu lintas untuk menutup dua dari tiga jalur di lokasi.
Dalam laporan resminya, Zoox menjelaskan kronologi kejadian tersebut.
“Kendaraan Zoox memasuki lokasi, kemudian melakukan pengereman keras sambil mencoba berbelok sebelum berhenti. Di bawah arahan teknisi teleguidance, kendaraan mundur, setelah itu petugas menempatkan cone lalu lintas di lokasi yang menutup dua dari tiga jalur,” tulis Zoox.
Perbarui Sistem Deteksi Asap
Zoox menyatakan telah menemukan penyebab utama insiden tersebut dan segera mengembangkan pembaruan perangkat lunak.
Pembaruan itu dirancang untuk meningkatkan kemampuan sistem kendaraan dalam mengenali asap tebal serta mengambil respons yang lebih tepat ketika menghadapi kondisi darurat.
“Kami telah mengidentifikasi akar masalah melalui proses internal dan menerapkan pembaruan perangkat lunak yang meningkatkan kemampuan mendeteksi dan merespons asap tebal dalam situasi tertentu,” ujar Zoox.
Seluruh 105 unit robotaxi yang terdampak akan menerima pembaruan perangkat lunak tersebut sebagai bagian dari program recall.
NHTSA Tekankan Keselamatan
Regulator keselamatan lalu lintas Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA), menegaskan bahwa kendaraan otonom harus mampu mengenali serta merespons berbagai kondisi darurat secara tepat.
Administrator NHTSA, Jonathan Morrison, menilai kegagalan sistem dalam menghadapi situasi seperti asap tebal merupakan persoalan serius.
“Izinkan saya memperjelas: ketidakmampuan mendeteksi dan merespons secara tepat dalam situasi seperti ini merupakan kekurangan fungsional. Situasi darurat bukanlah kasus langka atau ekstrem,” katanya.
Sebelumnya, pada Mei 2025, NHTSA juga pernah meminta Zoox melakukan penarikan kendaraan setelah insiden tabrakan yang melibatkan armada robotaxi.
Industri Robotaxi Kian Diawasi
Insiden terbaru ini terjadi ketika Zoox tengah memperluas layanan robotaxi di sejumlah kota di Amerika Serikat, termasuk Las Vegas dan San Francisco.
Perusahaan mengklaim peristiwa pada 20 Juni merupakan satu-satunya insiden yang berkaitan dengan kegagalan mendeteksi asap tebal.
Namun, kasus tersebut kembali memicu perhatian terhadap aspek keselamatan kendaraan otonom, terutama dalam menghadapi situasi darurat seperti kebakaran, kecelakaan lalu lintas, maupun penutupan jalan.
Pengawasan terhadap industri robotaxi juga semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selain Zoox, perusahaan lain seperti Waymo juga pernah menghadapi evaluasi regulator terkait respons kendaraan otonom terhadap kondisi darurat.
Melalui pembaruan perangkat lunak ini, Zoox berharap dapat mencegah kejadian serupa sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap teknologi kendaraan tanpa pengemudi.