2 dari 2 halaman

Wiwik mengatakan perempuan memiliki pengalaman dan perspektif yang penting dalam proses perumusan kebijakan.

Kehadiran perempuan di lembaga legislatif, menurutnya, dapat memperkaya pengambilan keputusan, terutama dalam kebijakan yang berkaitan dengan keluarga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, serta persoalan sosial kemasyarakatan.

“Perempuan di legislatif melahirkan kebijakan yang lebih adil, inklusif, dan berpihak pada semua,” katanya.

Ia menegaskan politik tidak semestinya dipersepsikan sebagai ruang yang hanya diperuntukkan bagi laki-laki. Perempuan, kata dia, memiliki kapasitas untuk berkontribusi, mengambil keputusan, menjaga integritas, hingga memimpin.

Karena itu, ia mendorong perempuan untuk tidak ragu mengambil bagian dalam proses politik melalui pendidikan politik, organisasi kemasyarakatan, maupun keterlibatan langsung dalam lembaga politik.

BACA JUGA  Ketua DPRD Sulteng Hadiri Pembukaan MTQ XXX, Harapkan Keberkahan dan Kesuksesan

Wiwik juga mengajak perempuan memandang politik sebagai salah satu ruang pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, politik tidak semata-mata berkaitan dengan perebutan kekuasaan, tetapi dapat menjadi instrumen untuk menghadirkan perubahan di tengah masyarakat.

Perempuan yang terlibat dalam politik, lanjutnya, harus membawa nilai integritas, kompetensi, dan kemampuan kepemimpinan.

“Jadikan politik sebagai ruang perubahan, bukan hanya kekuasaan,” pesannya.

Ia menilai semakin banyak perempuan yang berani terlibat dalam politik, semakin besar peluang lahirnya kebijakan yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat secara lebih komprehensif.

Karena itu, Wiwik mengajak perempuan Sulawesi Tengah untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan.

BACA JUGA  Nilam Sari Perjuangkan Aspirasi Masyarakat Desa Sioyong

“Ayo, perempuan! Terlibat, bergerak, mengubah!” ajaknya.