Madika, - Merawat menurut memegang peranan dalam pengambilan kebijakan . Misalnya dengan memastikan masyarakat terlayani secara profesional dan tanpa perbedaan.

“Mengingat adalah salah satu variabel yang sangat mempengaruhi dalam perhitungan IPM Sulawesi Tengah,” kata Kadis dr. I Komang Adi Sujendra, Sp.PD membaca sambutan pada pembukaan Rapat Kerja Wilayah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (Rakerwil PPNI) Sulteng, di Kafe Kalora, Jumat 27 Mei 2022.

Karena itu Rakerwil diharap mampu menggali ide-ide cerdas untuk dikembangkan menjadi program. Di bagian lain, Ia menyebut bahwa keberhasilan menekan -19 tidak lepas dari kinerja perawat yang bertugas di garis depan. Walau Ia akui tidak sedikit perawat yang terpapar virus bahkan gugur dalam tugas.

BACA JUGA  Anggaran Belanja 2024 Pemprov Sulteng Disetujui DPRD

“Semoga (perawat) yang gugur mendapat tempat mulia sebagai syuhada,” kata Kadis Kesehatan melanjutkan sambutan yang dibaca.

Sementara Ketua PPNI Sulteng Dr. Fajrillah Kolomboy Malonda, M.Kep mengatakan bahwa pemulihan Sulteng pascabencana 2018 dan -19 tidak lepas dari dedikasi perawat.

“Pada saat itu sosok perawat betul-betul hadir di masyarakat,” sebutnya bahwa perawat banyak menolong di saat-saat kritis itu.

Olehnya agar sinergitas dengan daerah maksimal maka pengurus PPNI kata ketua harus memiliki intelektualitas, spiritual dan emosional yang baik. Sehingga rakerwil diharapnya bisa memberdayakan pengurus dan anggota PPNI provinsi dan kota se Sulteng.

“Melalui rakerwil Kita perkuat solidaritas dan tingkatkan tata kelola yang profesional,” tandasnya. (*)

BACA JUGA  Penanganan Pascabencana Sulteng Sudah Serap Rp18 T