, Palu- Momentum 1443 H/2022 M atau Hari Raya Haji membutuhkan hewan kurban sekitar 6.600 ekor. Ini berdasarkan data perkiraan penyembelihan hewan kurban yang dikeluarkan Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) .

“Tapi itu akan kita update terus, nanti ada laporannya,” ujar Pengawas Mutu Hasil Pertanian Muda Disbunnak , I Made Suanta, kepada Metrosulawesi, Senin 6 Juni 2022.

Hewan kurban dimaksud terdiri atas sapi, kambing, dan domba yang semuanya akan dipenuhi oleh peternak lokal di daerah ini. Made mengatakan untuk hewan kurban tidak perlu mendatangkan dari daerah lain.

“Untuk hewan kurban kita selalu cukup, malah sangat melonjak setelah ,” ucap dia.

BACA JUGA  Kepala Bappeda: Tugas TPPS Mengacu Perpres 72

Sejumlah wilayah yang menjadi sentra penghasil hewan ternak diantaranya , , dan Sigi. Diketahui, saat Hari Raya Haji tahun lalu, tercatat angka penyembelihan hewan kurban berkurang. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Disbunnak , Dandy Alfita.

“Pemotongan hewan kurban turun karena pandemi memengaruhi kondisi orang untuk berkurban,” ungkapnya.

Disbunak mencatat pemotongan hewan kurban pada 2021 hanya 1.000 ekor lebih terdiri atas sapi dan kambing/domba. Khusus di Kota Palu total pemotongan hewan kurban sebanyak 1.217 ekor terdiri dari sapi 853 ekor dan kambing 364 ekor.

“Memang dengan kondisi pandemi sekarang ini terbatas juga ruang gerak masyarakat dan tentunya mengindari diri berkerumun,” tandas Dandy.

BACA JUGA  DPMD Sulteng Tindaklanjuti Kerjasama dengan Pemprov Jatim

Diungkapkan pula, masih ditemukan cacing hati (fasciola sp) pada hewan kurban dalam momentum Hari Raya 1442 H/2021 M.

“Kondisi pemeliharaan ternak masih tradisional dengan cara dilepas liarkan, jadi tidak terkontrol makanannya,” bebernya.

Dandy menyebut cacing hati ditemukan pada 85 ekor hewan kurban yang disebabkan asupan makanan. Bagian daging yang mengandung cacing hati dimusnakan dengan cara mengubur atau membakar. (*)